Menu Utama

4 perkara dilarang taat kepada suami.

oleh Kang Nasir

Mengulas kenyataan Tun Dr Siti Hasmah dalam portal M’kini. Yang bertajuk. ” Laman pro-Najib: Hasmah taat 'mengkhinzir’ buta”
https://m.malaysiakini.com/news/403219
Laman pendukung Datuk Seri Najib Razak MYKMU menyelar pendirian Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali yang tidak bertudung kerana dilarang suaminya Tun Dr Mahathir Mohamad.

4 perkara dilarang taat kepada suami.
Dahulukan Redha Allah dari perintah suami.

Istri wajib taat kepada suami. Derhaka kepada suami bermakna derhaka kepada Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)

Syurga menanti kepada istri solehah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.”
(HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Terdapat 4 perkara dilarang taat kepada suami iaitu pada perkara yang bertentangan dengan perintah Allah:

1. Menyuruh Kepada Kesyirikan Tidak layak bagi kita utk menaati suami yang memerintah utk melakukan kesyirikan seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan azimat pada anaknya, mengharap tuah berkah di kuburan, percaya dengan ramalan zodiak, & lain-lain. Ketahuilah saudariku, syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik merupakan kezaliman yang paling besar iaitu menzalimi diri.

2. Menyuruh Melakukan perkara Bidaah dan lain-lain perkara yang Allah tidak redha. Ketika suami menyuruh istrinya melakukan amalan semacam ini, maka istri harus menolak dengan halus serta menasihati suaminya.

3. Tidak boleh TAAT jika suami memerintah supaya melepas Jilbab atau tidak menutup aurat kerana itu adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya, maka hal ini tak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, hal ini tentu tak boleh dipatuhi. Bekerja diperbolehkan bagi muslimah (jika ianya keperluan) dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) & kemaksiatan, tak khawatir timbulnya fitnah, serta tak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami & mendidik anak-anak. Dan tetap berada di rumahnya adalah lebih utama bagi wanita (Rujuk surah Al-Ahzab: ayat 33). Allah telah memerintahkan muslimah berjilbab sebagaimana dalam surah Al-Ahzab: ayat 59.

4. Mendatangi Istri Ketika Haidh atau dari Dubur
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “…dan persetubuhan salah seorang kalian (dengan istrinya) adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Begitu luasnya rahmat Allah hingga menjadikan hubungan suami istri sebagai sebuah sedekah. Berhubungan suami istri boleh dilakukan dengan cara dan bentuk apapun. Walaupun begitu, Islam pun memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi, iaitu suami tak boleh mendatangi istrinya dari arah dubur, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“(Boleh) dari arah depan atau arah belakang, asalkan di farji (kemaluan).” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka ketika suami mengajak istri bersetubuh lewat dubur, hendaknya si istri menolak dan menasihatinya dengan cara yang hikmah. Termasuk hal yang juga tak dibolehkan dalam berhubungan suami istri adalah bersetubuh ketika istri sedang haid. Maka perintah mengajak kepada hal ini pun harus kita langgar.

Hal ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pesan; “Barangsiapa yang menjima’ istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’ duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, & Ad-Darimi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Suami itu pemimpin. Kita dipertanggung jawabkan.

“hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari seksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang keras yang tidak menderhakai Allah atas perintah-Nya dan selalu taat pada apa yang diperintahkan kepada mereka”
(at-Tahrim: ayat 6)

Maka itulah. Kita wajib dahulukan redha Allah dalam setiap perkara. Jika kita tidak kenal perkara yang Allah redha bermakna kita tidak kenal dosa dan pahala.






Leave a Reply

Threesome