Menu Utama

Tidak ada alasan kenapa perlu menentang pemerintah Siri-3

oleh Kang Nasir

Imam Al Ghazali pernah berpesan dalam kitab Ihya Ulumuddun.
“Rosaknya masyarakat kerana rosaknya pemimpin. Rosaknya pemimpin kerana rosaknya Ulama yang rakus”.

Selagi ilmuan ASWAJA khususnya guru #Tarekat #Tasawuf tidak berkata WAJIB menentang pemerintah selagi itulah HARAM kita menentangnya. Kecuali mereka mengajak kita pada kemungkaran. Namun kekeliruan umat islam selama ini mereka menganggap demo menentang pemimpin yang kononnya zalim itu ikut Quran dan Sunnah. Walhal itulah kemungkaran.

Di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum Muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat kemaksiyatan, meskipun mereka berbuat zhalim. Karena mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻣِﻨﻜُﻢْ
“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: ayat 59]

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ﻻَﻃﺎَﻋَﺔَ ﻓِﻲ ﻣَﻌْﺼِﻴَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ .
“Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiyat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan”
(HR. Al-Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840), Abu Dawud (no. 2625), an-Nasa-i (VII/159-160), Ahmad (I/94)

Jadi. Tidak ada alasan kenapa perlu ikut kafir laknat DAP dan kerakusan #NAFSU pemimpin dan Ulama yang berhati Srigala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga ada mengingatkan:
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊُ ﻭَﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﻭَﻛَﺮِﻩَ، ﺇِﻻَّ ﺃَﻥْ ﻳُﺆْﻣَﺮَ ﺑِﻤَﻌْﺼِﻴَﺔٍ، ﻓَﺈِﻥْ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﻤَﻌْﺼِﻴَﺔٍ، ﻓَﻼَ ﺳَﻤْﻊَ ﻭَﻻَ ﻃَﺎﻋَﺔَ .
“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.”
(HR. Al-Bukhari (no. 2955, 7144), Muslim (no. 1839), at-Tirmidzi (no. 1707), Ibnu Majah (no. 2864), an-Nasa-i (VII/160), Ahmad (II/17, 142)

Bersama kita berdoa semoga terhindar dari fitnah dajal dan seksa azab.
diriwayatkan oleh asy-Syaikhani dan an-Nasa-i, dari ‘Aisyah, isteri Nabi Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a di dalam shalatnya dengan do’a:
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّـﻲ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ، ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤَﺴِﻴْﺢِ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ…
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih ad-Dajjal….”
(Shahiih al-Bukhari, kitab al-Adzaan bab ad-Du’aa’ qablas Salaam (II/317, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ush Shalaah, bab at-Ta’awwudz min Adzaabil Qabri wa Adzaabi Jahannam (V/87, Syarh an-Nawawi).

Aamiin…






Leave a Reply