Menu Utama

Doa PM kearah kebaikan kita tapi ulama politik dan rakyat mahu laknat dari Allah.

oleh Kang Nasir

Saya tidak salahkan umat Islam yang miskin akal sekarang ini. Imam Al Ghazali pernah berpesan. “ROSAKNYA MASYARAKAT KERANA ROSAKNYA PEMIMPIN. ROSAKNYA PEMIMPIN KERANA ROSAKNYA ULAMA YANG RAKUS HALOBA.”

Kerosakan jiwa dan minda masyarakat sekarang ini semua adalah kesan dari kerosakan pemimpin dan ulama yang terdahulu. Sepatutnya kita semua WAJIB BERSYUKUR & BERTERIMA KASIH kepada PM kerana berpandangan jauh kehadapan lebih 30 tahun akan datang iaitu menjelang 2050 untuk merealisasikan kejayaan seluruh rakyat yang berakhlak dan beradab dalam #TN50. Dan apa yang PM rancang dan usahakan itu semua adalah langkah pemulihan untuk jangka panjang.

Doa itu senjata mukmin.
PM berdoa untuk kebaikan kita semua tetapi ulama politik ajak rakyat agar mendapat laknat dari Allah enggan berusaha kearah kebaikan untuk diri dikemudian hari dengan bersusah payah memfitnah melaknat mencaci mencela. Sedangkan doa PM untuk kita itu para Malaikat turut mendoakan kebaikan yang lebih baik untuk beliau.

Diriwayatkan daripada Abu al-Darda’,Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Doa seorang Muslim kepada saudaranya secara rahsia dan bukan di hadapannya sangat dimakbulkan. Di sisinya ada malaikat yang ditunjuk Allah. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, maka malaikat tersebut berkata(kepadanya): ‘Ya Allah, makbulkan ia dan (semoga) bagimu juga (mendapat balasan) seumpama itu.”
(Riwayat Muslim)

Benarkah rakyat dizalimi sebagaimana ulama berhati srigala yang rakus menghasut kita hingga mengajak berjemaah solat hajat mohon Allah melaknatinya dengan doa laknatnya itu?
Rasulullah saw berpesan tentang akhir zaman.
Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Selagi akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq”.
(H.R. Ibnu Ady)

Rasulullah saw juga berpesan bila dunia diutamakan agama dijauhi dan ditinggalkan.
Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda; “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadis) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari mata benda dunia.”
(H.R.Muslim)

Dari peringatan hadis-hadis tersebut ternyata KERAKUSAN NAFSU MENGEJAR KEMEGAHAN DUNIA PUNCA FITNAH. Maka itulah admin bertanya “ZALIMKAH PEMIMPIN KITA ATAU NAFSU KALIAN PENYEBAB KALIAN BANGGA MENZALIMI DIRI MENGIKUTI KERAKUSAN NAFSU ULAMA dan dajal DAP serta mereka yang mengajak kalian berlumba-lumba terjun keneraka?

Walhal usahkan mereka para tahfiz sedangkan kita setiap minggu tak lekang dengan surah Yaa Siin. Disitu terdapat amaran dari Allah.
“Dan Kami jadikan (sifat tamak dan gila mereka kepada harta benda dan pangkat itu sebagai) sekatan (yang menghalang mereka daripada memandang kepada keburukan dan kesingkatan masa dunia yang ada) di hadapan mereka, dan sekatan (yang menghalang mereka daripada memikirkan azab yang ada) di belakang mereka (pada hari kiamat). lalu Kami tutup pandangan mereka; maka dengan itu, mereka tidak dapat melihat (jalan yang benar).”
( Yaa Siin : ayat 9 )

Sahabat yang dirahmati Allah sekelian nak tahu amaran dan laknat Allah terhadap kalian?
“Kecelakaan besar bagi tiap-tiap pencaci, pengeji, Yang mengumpulkan harta dan berulang-ulang menghitung kekayaannya;”
( Al-Humazah : ayat 1-2 )

Allah swt telah berfirman:
” Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut ; dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.”
( An-Nisa:ayat148)

Kami warga miskin amat bersimpati dengan nasib yang menimpa kalian khususnya ulama yang rumah besar kereta besar mengadu kepada makmum yang mereka dizalimi lalu mengajak makmum beramal ibadah mencaci mencela pemerintah. Siapa yang zalim dan menzalimi dalam situasi itu? Dalam TASAWUF berbangga dan bermegah dengan kesenangan dunia itu merosakan hati lalu menzalimi diri. Malah Allah laknat orang yang mencaci mencela memburu harta.

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu , Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺧِﻴَﺎﺭُ ﺃَﺋِﻤَّﺘِﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻜُﻢْ ﻭَﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺗُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﺷِﺮَﺍﺭُ ﺃَﺋِﻤَّﺘِﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗُﺒْﻐِﻀُﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺒْﻐِﻀُﻮﻧَﻜُﻢْ ﻭَﺗَﻠْﻌَﻨُﻮﻧَﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻠْﻌَﻨُﻮﻧَﻜُﻢْ ‏» . ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻓَﻼَ ﻧُﻨَﺎﺑِﺬُﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴْﻒِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﻻَ ﻣَﺎ ﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﻓِﻴﻜُﻢُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﻭُﻻَﺗِﻜُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﻧَﻪُ ﻓَﺎﻛْﺮَﻫُﻮﺍ ﻋَﻤَﻠَﻪُ ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﺰِﻋُﻮﺍ ﻳَﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺔٍ
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya. ”
(HR. Muslim no. 1855)

Jika benar PM kita zalim terhadap kalian dan saudara kami #WargaMiskin. Sayalah orang yang pertama BERJIHAD MENENTANG KEZALIMANNYA sebagaimana kalian dan para ulama yang berhati srigala katakan.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩِ ﻛَﻠِﻤَﺔُ ﻋَﺪْﻝٍ ﻋِﻨْﺪَ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﺟَﺎﺋِﺮٍ
“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim. ” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan ).






Leave a Reply