Menu Utama

Dahulukan TAAT kepada Allah dan Rasul Nya.

oleh Kang Nasir

Utamakan perkara yang Allah redha In’shaa Allah kita selamat dunia hingga akhirat. Inilah jalan penyelesaian sebagaimana peringatan Allah.
Firman Allah.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.”
( An Nisa’ : ayat 59)

Dengan mendahulukan dan mengutamakan taat kepada Allah kita selamat dari syirik. Syirik yang dimaksudkan keraksuban kepada pemimpin walau pemimpin itu mengajak kearah perkara keji dan mungkar. Perkara ini Allah dah peringatkan dalam Quran.

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”
(Al-Baqarah: ayat 165)

Dan Rasulullah saw juga ada mengingatkan dalam kewajipan kita taat kepada pemimpin iaitu kita dilarang taat kepada pemimpin bila mereka menyuruh kita solat jemaah doa melaknat bakar lilin diluar gereja depan penjara demo berguling dijalan bergelumang taik anjing dll.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ، ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﻭَﻛَﺮِﻩَ ، ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺆْﻣَﺮْ ﺑِﻤَﻌْﺼِﻴَﺔٍ ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﻤَﻌْﺼِﻴَﺔٍ ﻓَﻼَ ﺳَﻤْﻊَ ﻭَﻻَ ﻃَﺎﻋَﺔَ
“Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.”
(HR. Bukhari no. 7144)

Dan dengan mendahulukan taat kepada Allah dan Rasul Nya mengutamakan perkara yang Allah redha kita tidak akan terdorong terlibat dengan kemaksiatan kemungkaran yang pemimpin kita lakukan. Taat kepada pemimpin itu dituntut dalam islam sebagaimana pesan Rasulullah saw dalam sebuah hadis.

Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan adalah nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak)” . (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

Sebab itulah sebelum ini admin berpesan. SELAGI ILMUAN TAREKAT TASAWUF TIDAK BERKATA WAJIB MEMERANGI PEMIMPIN. Maka haram kita menentang mereka.






Leave a Reply