Menu Utama

Belajarlah sampai pandai berfikir bukan pandai ikut munafik

#SayangiDiri anda. Belajarlah sampai pandai berfikir pada perkara yang memberi menfaat, bukan pandai ikut orang kafir tanpa sedar membawa mudarat.

Jika anda fikir segala kebenaran itu dari setiap apa yang dikatakan dan disuruh oleh iblis laknat kafir harbi DAP & Piji. Sebenarnya itu satu kesilapan daya fikir anda, sebaliknya jiwa dan minda anda perlu dirawat dengan segera kerana kebenaran itu sudah tersedia ada garis panduanya dalam Quran & Sunnah. Dan itulah jln penyelesaian pada setiap apa jua perkara yang NAFSU kalian pertikaikan.

Rasulullah saw berpesan.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa/nafsu) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai nafsu/syahwat.”
(HR. Muslim)

Jika kalian pandai berfikir. Sudah tentu kalian akan bertanya pada diri apa menfaatnya terhegeh-hegeh ikut Piji & DAP beramal amalan kafir. Banyak peringatan Allah dalam Al-Quran. Tak perlulah bersusah payah bangga konon memperjuangkan kebenaran untuk Lim KitSial anak beranak tu. Tak payahlah angkuh sombong lambung-lambung dengan usaha sia-sia menzalimi diri ikut kafir beramal amalan orang kafir memburu kemegahan dunia.

“Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak. Dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya).”
(Al-Baqarah : ayat 212)

Ayuh adik-adik anak-anak muda. Belajarlah berfikir menfaatnya untuk diri dikemudian hari.
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak derhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(At-Tahrim : ayat 6)






Leave a Reply