Menu Utama

Mengapa Human Rights Watch Kecewa Keputusan Anwar Dirayu ?

AIDCNews – 21/01/12 – Datuk Seri Anwar Ibrahim hanyalah seorang ketua pembangkang dan Ketua Umum PKR di Malaysia, namun keprihatinan satu organisasi berpengkalan di Amerika Syarikat (AS), Human Rights Watch (HRW) terhadap isu ketua parti pembangkang di Malaysia itu menimbulkan satu persoalan; ‘Siapakah Anwar Ibrahim pada kaca mata HRW ?”

Petang semalam Ketua Unit Rayuan, Bahagian Perbicaraan dan Rayuan, Manoj Kurup dari pejabat Peguam Negara memfailkan rayuan terhadap keputusan Mahkamah Tinggi, 9 Jan yang melepas dan membebaskan Ketua Pembangkang, Anwar Ibrahim daripada tuduhan meliwat bekas pembantu peribadinya, Mohd. Saiful Bukhari Azlan.

Notis rayuan seperti dilaporkan Utusan ditandatangani oleh Peguam Cara Negara, Datuk Idrus Harun yang pernah mengetuai pasukan pendakwaan kes liwat tersebut semasa Anwar pertama kali didakwa di Mahkamah Sesyen pada 7 Ogos 2008.

“Keputusan (rayuan) ini bermakna rakyat Malaysia akan terus dihadapkan dengan komplot politik di mahkamah, memandangkan kerajaan menjadikan perbicaraan terhadap satu kes yang sepatutnya bukan kes jenayah” kata Phil Robertson Timbalan Pengarah HRW Asia seperti dilaporkan FMT

Kenapa HRW menganggap dakwaan liwat Anwar bukan satu kes jenayah ?

Seks Suka Sama Suka Bukan Jenayah

 

 

Sebelum Hakim Mahkamah Tinggi, Datuk Mohamad Zabidin Mohd Diah membuat keputusan terhadap kes liwat II itu, Robertson telah menjalankan satu missionari berkempen menggugurkan kes Anwar.

Revoke Law Banning Same-Sex Sexual Relations, Drop Case against Ex-Deputy Prime Minister Anwar Ibrahim” atau “Hapuskan Undang-undang Mengharamkan Hubungan Seks Sejenis – Gugurkan Kes Terhadap Bekas Timbalan Perdana Menteri Anwar Ibrahim” yang dikempen oleh HRW banyak disambut oleh gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) seperti di pinknews dan gaystarnews.

Menurut Robertson, HRW, tindakan mengenakan pendakwaan ke atas Anwar melanggar privasi peribadinya kerana ia dilakukan secara suka sama suka.

seterusnya: http://www.anwaraidc.com/?p=21184






5 Komen to Mengapa Human Rights Watch Kecewa Keputusan Anwar Dirayu ?

  1. Gerizal says:

    Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yang mengacu pada permintaan dan penawaran, demikian juga yang terjadi dalam layanan plus-plus. Tingginya jumlah pria hidung belang, maka menjamur pula wanita jalang pemburu uang.

    “Industri” seks pun merambah berbagai profesi: kapster, SPG, conter girl, sales marketing, hostes, caddy, bartender, waitress restoran, scoregirl, sekretaris, fotomodel, peragawati, artis, mahasiswi hingga siswi, siap menjadi gadis-gadis order, yang siap “dibawa” para “kumbang”.

    Terjunnya mereka di dunia seks komersial umumnya dilatarbelakangi ekonomi, meski ada juga yang awalnya yang “terlanjur” karena pernah jadi korban “lelaki”. Bahkan, faktanya dalam hal melacurkan diri ini, kini bukan hanya persoalan perut, bukan soal “menafkahi” keluarga, namun sudah perkara memenuhi gaya hidup. Hedonisme menjadikan mereka memburu kesenangan belaka. Asal bisa gonta ganti hp dan kendaraan, membeli busana bermerek dan aksesori mahal, mereka rela mengorbankan kehormatan diri atau menjadi simpanan bos-bos dan om-om.

    Tuturan di atas baru sebatas “jual beli”. Yang melakukan seks atas dasar suka sama suka, sex just for fun, atau sekadar mencari kepuasan pribadi, tentunya lebih banyak. Remaja/wanita hamil di luar nikah ada di kanan kiri kita, perselingkuhan sudah sering kita dengar, video mesum juga sudah bukan berita heboh lagi. Masyarakat seakan sudah abai atau malah justru permisif. Jika dahulu orang tua seperti dicoreng aibnya ketika anak perempuannya hamil di luar nikah, sekarang banyak orang tua yang justru bersikap biasa saja, bahkan cuek.

    Pacaran zaman sekarang juga jauh lebih “canggih”, karena remaja sekarang lebih paham tentang hal-hal yang terkait reproduksi, bahkan paham bagaimana menghindari cara dan waktu berhubungan seks yang berpotensi kehamilan.

    Tak berhenti hingga di sini. Seks bebas juga berkembang menjadi perilaku seks menyimpang: pesta seks, arisan seks, private party, incest (hubungan seks sedarah), hingga homoseksual. Lebih ironis, komunitas “maho” (manusia homo) berkedok demokrasi seks malah melembaga di negeri ini, mewujud dalam organisasi GAYa NUSANTARA.

    Padahal, yang namanya kasus-kasus menyimpang soal seks seperti fenomena gunung es; di permukaan saja sudah memiriskan hati, apalagi yang tidak tampak. Perkembangan teknologi (TV, internet, HP, dsb) yang mengekspos budaya mempertontonkan aurat menjadi sarana “ampuh” dalam menimbun hasrat seksual para remaja. Alih-alih disalurkan pada tempatnya (baca: menikah), yang terjadi, kejahatan seksual seperti pemerkosaan dan sodomi, malah merebak di mana-mana.

    Sistem pendidikan yang menempatkan agama sebagai suplemen, menjadikan anak bangsa ini miskin ilmu dan iman. Hal ini juga didukung dengan lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya amar ma’ruf nahi mungkar.

    Ironi memang sedemikian bebasnya seks bebas di negeri yang mayoritas muslim ini. Bagi orang tua yang membiarkan putrinya bebas bergaul dengan laki-laki, bagi “ustadz-ustadz cinta” yang menghalalkan pacaran, bagi “dai-dai gaul” yang diam seribu bahasa dengan maraknya perzinaan di negeri ini, sadarlah, seks bebas mengepung kita!

    Komentar:

    Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, kemudian membentengi diri dan keluarga kita dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan keji dan mungkar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

  2. bangKano says:

    Aku dok heran apa pasai orang luaq terutama dari AS sangat sebok nok campoq tan gan hal ehwal Malaysia..? Depa ni ingat sistem demokrasi betoi betoi berlandas kan undang undang dan HAM/hak asasi manusia ka. Mentang mentang la negara dan rakyat depa maju,cerdik & kuat segala gala nya termasuk seks se sama gender depa nok kontrol dunia pulak…..!!!!!

  3. tengkudin says:

    sebab mentor RAJA LIWATnya jadi idola..dengan adanya barua GAY dalam Malaysia..senang la depa nak bawak budaya songsang dengan mudah masukd alam negara ini..

    haramjadah punya ANUGAY ni..

  4. The Zeks says:

    Kenapa mereka menyebok dengan urusan kehakiman negara kita. Pada mereka lelaki kawin lelaki dan perempuan kawin perempuan tak salah.

    .

  5. alin says:

    klau suka sam suka, xder si syaiful tu buat report bang america oi!

Leave a Reply

Threesome